Personal & Education Blog

Perhitungan Biaya Tetap dan Biaya Variabel dalam Berwirausaha

Jalannya suatu usaha tidak dapat dilepaskan dari biaya. Pengertian sederhana dari suatu biaya adalah semua dana yang dikeluarkan dalam suatu usaha. Misalnya anda membuka usaha “Konveksi Seragam” yang didalamnya memproduksi seragam sekolah maka pembelian bahan, bayar upah dan sewa tempat adalah biaya. Biaya dapat dibedakan menjadi biaya tetap, biaya variabel, biaya langsung, biaya tidak langsung dan lain-lain.

BIAYA TETAP (FIXED COST)

Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan secara periodik dan besarnya selalu konstan atau tetap, tidak terpengaruh oleh besar kecilnya volume usaha atau proses bisnis yang terjadi pada periode tersebut. Biaya tetap juga bisa disebut sebagai biaya operasional. Contoh: biaya sewa tempat adalah biaya tetap. Ketika pesanan dan produksi seragam banyak atau sedikit, uang yang harus kita keluarkan untuk sewa tempat adalah tetap. Besarnya tidak terpengaruh oleh banyak sedikitnya pelanggan yang membeli seragam kita.

BIAYA VARIABEL (VARIABLE COST)

Biaya variabel adalah biaya yang besarnya selalu berubah, tergantung pada volume usaha atau bisnis yang kita lakukan. Biaya variabel juga dapat disebut sebagai biaya produksi per unit produk. Contoh:  Jika biaya upah pegawai bukan bulanan tetapi tergantung pada banyaknya seragam yang dijahit, maka upah pegawai termasuk biaya variabel. Biaya bahan baku juga termasuk dalam biaya variabel karena besar biaya per bulannya akan sangat tergantung dengan jumlah produksi yang kita hasilkan. Bagaimana jika usaha berupa jasa seperti potong rambut? Jawabnya adalah sama saja, berapa biaya yang dikeluarkan untuk sekali potong. Misalnya untuk beli bedaknya, beli gel atau minyak yang digunakan untuk mempermudah pemotongan, dll. Jika tidak bisa menghitung per kepala, dapat dihitung satu bedak atau gel dapat digunakan untuk berapa kepala. Kemudian hitung rata-rata biaya per kepala dan itulah yang kita sebut sebagai biaya variabel per kepala.

Misal: untuk memproduksi satu seragam atasan putih diperlukan bahan baku berupa kain, benang, dan kancing seharga Rp. 15.000. Upah jahitan per seragam adalah Rp. 5.000. Maka biaya variabel untuk satu seragam atasan putih adalah penjumlahan dari bahan baku dan biaya upah yakni Rp. 20.000. Jika pada bulan januari kita memproduksi 50 seragam atasan putih dan bulan Februari memproduksi 60 seragam atasan putih maka biaya variabel untuk pembuatan seragam pada bulan Januari adalah Rp.1 juta dan bulan Februari adalah Rp. 1.200.000,- .

Untuk memulai usaha kita, kita harus jeli mendaftar semua biaya yang kita perlukan dan memilah-milahnya menjadi biaya tetap atau biaya variabel. Untuk pembahasan biaya lain termasuk modal kerja, tunggu postingan berikutnya :)

posted by yuhana in Analisis Biaya, Kemahasiswaan, Kewirausahaan and have Comment (1)

One Response to “Perhitungan Biaya Tetap dan Biaya Variabel dalam Berwirausaha”

  1. [...] diulas tentang perhitungan harga pokok produksi dan komponen pembentuk HPP. Target penjualan serta perhitungan biaya variabel dan biaya tetap juga diperlukan untuk mendapatkan prediksi laba/rugi. Pajak dan bunga juga dihitung jika ada untuk [...]

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment